Arsip | April, 2013

RATUSAN KARTINI DESA TANGKIL KULON MERIAHKAN JALAN SEHAT

21 Apr

Pekalongan, 
Empat ratus lebih peserta jalan sehat yang digelar oleh TP PKK Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan hari ini, Ahad, 21 April 2013 memenuhi halaman balai desa tersebut guna mengikuti jalan sehat yang digelar dalam rangka memperingati hari Kartini.
Acara start dan finish di depan balai desa dengan rute jalan utama desa Tangkil Kulon, Tangkil Tengah, Coprayan, Ngalian dan kembali lagi ke balai desa Tangkil Kulon dengan menempuh jarak 10 KM.

Acara dimulai dengan makan pagi bersama Camat Kedungwuni, perangkat desa, dan TP PKK Desa Tangkil Kulon. Selesai acara makan bersama dilanjutkan dengan jalan sehat yang dibuka oleh Ibu Camat. Setelah peserta tiba di garis finish, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang diundi oleh panitia dengan hadiah utama 3 unit TV warna, dan hadiah hiburan berupa baju batik, celana jeans, panci, gelas dan wajan.

Jalan sehat ini segaja digelar oleh TP PKK Desa Tangkil Kulon sebagai wujud penghargaan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat utamanya warga miskin yang kadang melupakan pentingnya olahraga untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Yang unik dari TP PKK Desa Tangkil Kulon adalah bahwa mereka juga aktif dalam kegiatan PNPM-MP di desa tersebut. Sebagian mereka menjadi anggota BKM Tunas Karya mandiri, UPK Artha Mandiri, Unit Pengelola Lingkungan Karya Mandiri, TBM Baca Sendiri, Unit Pengelola Sosial Berkah Mandiri, dan Penyiar Radio Komunitas Mandiri FM.Selama ini kegiatan desa baik kelembagaan maupun program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selalu bersinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, BKM, RT/RW, dan masyarakat.

Iklan

Swadaya Masyarakat KSM Karya Mandiri 07 Lebih dari 50%

21 Apr

Pekalongan,  Program rehab rumah yang digelar KSM Karya Mandiri 07 LKM  Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan memasuki tahap kedua.  Tahap pertama digelar bulan Mei 2012 dengan pembangunan enam rumah yaitu Wasduri, Sohadi, Mustofa, Ajad, Rudianto, dan Kartono; dengan dibiayai dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) sebesar Rp. 47.000.000,- dan dana dari swadaya masyarakat sebesar Rp. 30.000.000,-

foto rehab rumah

Untuk tahap berikutnya dilaksanakan bulan Desember 2012 dengan lima penerima manfaat yaitu : Tarjo Baso, Suto Joyo, Ratiban, Raihan, dan Kamil; dengan alokasi dana BLM sebesar Rp.24.500.000,-, dana APBD sebesar Rp. 22.500.000,- dan swadaya masyarakat sebesar 45.000.000,-. Kesebelas penerma program rehab rumah ini merupakan KK miskin yang masuk dalam data Ps2 (Pemetaan Swadawa Warga Miskin) Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan dan telah selesai 100% pembangunannya. KSM/Panitia memberikan bantuan berupa material dan penerima manfaat bersama warga sekitar bergotong royong dengan kerja bakti merhabilitasi bangunan yang sudah tidak layak tinggal tersebut. Animo warga sekitar
dalam berpartisipasi membantu warmis sangat tinggi sehingga bangunan tersebut dapat selesai tepat waktu.

Salah satu penerima program rehab rumah tidak layak huni; Pak Ajad (70), seperti ditemui pewarta warga suarakomunitas.net mengatakan awalnya dia belum yakin sepenuhnya ketika ada dua orang tamu dari BKM Tunas Karya Mandiri yang menawarkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, lelaki yang bekerja sebagai buruh tani lepas ini akhirnya yakin bahwa bantuan rehab yang ditawarkan oleh Koordinator BKM Tangkil Kulon dan Faskel Tehnik itu benar-benar diperuntukkan untuk warga miskin setelah diberikan penjelasan. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini merupakan prorgram prioritas BKM Tunas Karya Mandiri berdasarkan PJM Pronangkis (Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan) tahun 2012.

Program infrastruktur ini merupakan program pancingan bagi warga miskin, karena tidak seluruh kebutuhan dana rehab rumah diberikan, mereka harus mengeluarkan swadaya, baik berupa tenaga kerja, konsumsi bahkan dana tunai yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima program. Diharapkan dengan dana swadaya tersebut warga miskin penerima manfaat lebih mempunyai rasa memiliki dan tercipta kepedulian sesama warga masyarakat untuk saling membantu.

Program ini akan terus digelar sampai seluruh RTLH di Desa Tangkil Kulon masih ada. Masyarakat yang membutuhkan bantuan rehab rumah dapat menghubungi Ketua RT masing-masing wilayah untuk diteruskan kepada BKM Tunas Karya Mandiri, ungkap Buono, Koordinator BKM Tunas Karya Mandiri.

Swadaya Masyarakat KSM Karya Mandiri 07 Lebih dari 50%

21 Apr

Pekalongan,  Program rehab rumah yang digelar KSM Karya Mandiri 07 LKM  Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan memasuki tahap kedua.  Tahap pertama digelar bulan Mei 2012 dengan pembangunan enam rumah yaitu Wasduri, Sohadi, Mustofa, Ajad, Rudianto, dan Kartono; dengan dibiayai dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) sebesar Rp. 47.000.000,- dan dana dari swadaya masyarakat sebesar Rp. 30.000.000,-

foto rehab rumah

Untuk tahap berikutnya dilaksanakan bulan Desember 2012 dengan lima penerima manfaat yaitu : Tarjo Baso, Suto Joyo, Ratiban, Raihan, dan Kamil; dengan alokasi dana BLM sebesar Rp.24.500.000,-, dana APBD sebesar Rp. 22.500.000,- dan swadaya masyarakat sebesar 45.000.000,-. Kesebelas penerma program rehab rumah ini merupakan KK miskin yang masuk dalam data Ps2 (Pemetaan Swadawa Warga Miskin) Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan dan telah selesai 100% pembangunannya. KSM/Panitia memberikan bantuan berupa material dan penerima manfaat bersama warga sekitar bergotong royong dengan kerja bakti merhabilitasi bangunan yang sudah tidak layak tinggal tersebut. Animo warga sekitar
dalam berpartisipasi membantu warmis sangat tinggi sehingga bangunan tersebut dapat selesai tepat waktu.

Salah satu penerima program rehab rumah tidak layak huni; Pak Ajad (70), seperti ditemui pewarta warga suarakomunitas.net mengatakan awalnya dia belum yakin sepenuhnya ketika ada dua orang tamu dari BKM Tunas Karya Mandiri yang menawarkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, lelaki yang bekerja sebagai buruh tani lepas ini akhirnya yakin bahwa bantuan rehab yang ditawarkan oleh Koordinator BKM Tangkil Kulon dan Faskel Tehnik itu benar-benar diperuntukkan untuk warga miskin setelah diberikan penjelasan. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini merupakan prorgram prioritas BKM Tunas Karya Mandiri berdasarkan PJM Pronangkis (Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan) tahun 2012.

Program infrastruktur ini merupakan program pancingan bagi warga miskin, karena tidak seluruh kebutuhan dana rehab rumah diberikan, mereka harus mengeluarkan swadaya, baik berupa tenaga kerja, konsumsi bahkan dana tunai yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima program. Diharapkan dengan dana swadaya tersebut warga miskin penerima manfaat lebih mempunyai rasa memiliki dan tercipta kepedulian sesama warga masyarakat untuk saling membantu.

Program ini akan terus digelar sampai seluruh RTLH di Desa Tangkil Kulon masih ada. Masyarakat yang membutuhkan bantuan rehab rumah dapat menghubungi Ketua RT masing-masing wilayah untuk diteruskan kepada BKM Tunas Karya Mandiri, ungkap Buono, Koordinator BKM Tunas Karya Mandiri.

Sukses Raih Program PLPBK Melalui Rakom

14 Apr

Mengenal Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) bagi saya merupakan anugerah terindah dalam hidup.  Bagaimana mungkin seorang bakul jenang/dodol jawa yang berjualan dari malam ke malam di keramaian hiburan warga dan siangnya bekerja sebagai staf tata usaha di SMA Islam YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan dipercaya oleh masyarakat desa Tangkil Kulon untuk menjadi koordinator LKM/BKM Tunas Karya Mandiri yang kemudian LKM/BKM tersebut dapat meraih penghargaan tertinggi dalam kegiatan PNPM-MP, yakni program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) atau sering disebut ND (Neighborhood Development/Noto Deso).

Orang lebih mengenal saya sebagai Pak Bono, walaupun sebenarnya saya dilahirkan dengan nama buono 36 tahun lalu, tepatnya 19 Mei 1976. Pendidikan dasar saya lalui di SDN Ngalian dan SMPM  Pekajangan. Lulus SMP saya melanjutkan ke SMEA Negeri Pekalongan (sekarang SMK 2) jurusan Perkantoran sembari jualan koran untuk sekedar uang jajan dan membantu orang tua bayar SPP.

Mimpi yang selalu memenuhi pikiranku setelah lulus SMEA adalah melanjutkan kuliah. Impian yang terlalu mahal bagi seorang buono untuk mewujudkannya. Mimpi itu pula yang membawaku bermigrasi ke Pontianak dan Jakarta. Di Jakarta saya mencoba keberuntungan dengan bekerja sebagai office boy (OB) di STIE PERBANAS, menjadi marketing kartu kredit dan menjadi field research sembari kuliah di STIE TRIANANDRA sekarang UNIVERSITAS TRIANANDRA. Namun Allah SWT rupanya berkehendak lain;  tahun 1999-2000 saat puncak krisis ekonomi Indonesia, hampir seluruh perusahaan di Jakarta colaps dan saya termasuk orang yang harus menganggur waktu itu. Sembari bekerja sebagai tukang es di bawah jembatan semanggi, saya masih bisa melanjutkan kuliah walau  tidak bisa bayar SPP karena penghasilan tidak cukup untuk makan. Setelah bertahan survive selama 2 tahun, akhirnya tahun 2002 saya tidak dapat bertahan lagi tinggal di Jakarta.

Sepulang dari Jakarta, saya bekerja sebagai staf tata usaha SMA Islam YMI Wonopringgo hingga sekarang. Untuk menyambung hidup keluarga dengan anak satu saat itu saya nyambi berjualan jenang (dodol jawa) pada malam harinya.

Thus, pagi kerja, siang belanja dan malam jualan jenang hingga dini hari. Rutinitas yang sangat melelahkan.

Tahun 2008 merupakan awal baru dalam kehidupan kami. Pada waktu itu saya diundang pertemuan warga di balai desa Tangkil Kulon mengenai sosialisasi program PNPM-MP oleh Sutiknyo, S.TP. Koordinator Kabupaten Pekalongan saat itu. Kebetulan saya ikut menjadi relawan, dari siklus awal hingga pembentukan BKM, saya terpilih menjadi koordinator. Hal ini menyebabkan ekonomi keluarga terganggu karena waktu yang seharusnya dapat menghasilkan rupiah untuk menopang hidup kini harus mengikuti rapat-rapat terus secara marathon hingga saya tidak punya waktu lagi untuk jualan jenang. Ternyata Allah berkehendak lain, saya tidak lagi berjualan jenang tetapi pintu rizqi lainnya Dia buka untuk keluargaku. Karena berkecimpung di PNPM-MP orang mulai mengenal saya, dari situlah kemudian saya mendapatkan penghasilan lain seperti dari petugas sensus penduduk, sensus ekonomi, KPPS, PPS dan lainnya.

Menjadi koordinator LKM/BKM Tunas Karya Mandiri membuat saya harus memutar otak bagaimana agar kegiatan PNPM-MP di desa Tangkil Kulon ini dapat berjalan lancar karena seringnya kegagalan program pemberdayaan serupa yang dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat waktu itu berpikiran bahwa program PNPM-MP adalah program pemerintah yang seperti kapal bengkah (duitnya dapat dibagi rame-rame tanpa mengembalikan). Satu kelemahan lagi yang menjadikan kami semakin terlecut adalah rendahnya pendidikan teman-teman Bkm Tangkil Kulon dibandingkan Bkm lainnya di Kecamatan Kedungwuni.

Sosialisasi PNPM-MP melalui media warga sejak siklus awal hingga BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) pertama cair tidak juga berdampak luas dalam memberikan kesadaran masyarakat untuk memahami bahwa program PNPM-MP adalah program yang berbeda dengan program pemerintah  saat itu. Sehingga saya berpikir untuk memanfaatkan media yang lebih familiar dengan warga desa Tangkil Kulon yakni radio komunitas. Maka  akhir tahun 2009 lahirlah radio komunitas Mandiri FM dengan slogan “Chanel Pemberdayaan Pekalongan” dan tagline “Inspirasi Baru Keluarga Mandiri”.

Pendirian radio komunitas Mandiri FM merupakan ide dari siklus awal PNPM. Bagaimana program ini dapat berjalan dengan memaksimalkan penggiringan opini masyarakat terhadap program PNPM-MP adalah program yang direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat bersama. Sehingga pendirian rakom ini muncul dalam PJM-Pronangkis desa Tangkil Kulon tahun 2009 -2012 karena beberapa alasan yaitu :

1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan sebagai sebuah gerakan merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan, tidak serta merta berhasil manakala tidak diimbangi dengan transfer informasi dan metode pembelajaran masyarakat yang tepat. Mandiri FM sebagai radio komunitas pemberdayaan masyarakat merupakan media yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi (transfer informasi) dan media pembelajaran yang tepat untuk merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan sehingga diharapkan dengan segera mungkin masyarakat lepas dari belenggu kemiskinan (mandiri).

2. Peluang ini sangat terbuka mengingat masyarakat masih membutuhkan radio sebagai teman ketika bekerja, ataupun sekedar mendengarkan musik yang disukainya. Dengan menggunakan radio komunitas sebagai media pembelajaran maka proses pemandirian masyarakat akan lebih cepat tercapai.

3. Kegiatan PNPM-MP yang mengharuskan setiap kegiatannya akuntable dan transparan, akan sangat terbantu dengan kehadiran radio komunitas mengingat dalam sebuah siaran radio terjadi komunikasi dua arah antara antara penerima informasi dan pemberi informasi sehingga terjadi check and balance mengenai informasi yang disiarkannya. Disamping itu, radio masih dianggap sebagai media yang efektif dibandingkan dengan media tertulis (media cetak) mengingat masyarakat kita yang masih enggan untuk membaca (melek baca); bahkan masih banyak masyarakat kita yang masih buta huruf. Sebagai media komunitas pemberdayaan,  kehadiran radio komunitas PNPM dapat berfungsi sebagai papan informasi yang memberitakan keberhasilan program tersebut.

Berangkat dari keprihatinan ketidak-efektifan media sosialisasi ini maka BKM Tangkil Kulon menggalang dana untuk mendirikan radio komunitas sebagai media sosialisasi. Ide ini sangat beralasan karena papan informasi yang dipasang  oleh BKM hampir tidak ada yang datang untuk membacanya sementara melalui media pertemuan seperti rapat dan pengajian cakupannya terbatas.

Sumbangan dari anggota BKM berupa satu (1) unit personal computer, mikropon, dan uang kemudian diwujudkan menjadi perangkat siaran radio Mandiri FM. Yang unik dan lucu pada awal keberadaan radio Mandiri FM yaitu ketika perangkat radio sudah jadi dan siap untuk siaran, tetapi belum punya headphone dan mixer, akhirnya diputuskan untuk siaran apa adanya. Kehadiran radio Mandiri FM selama tiga tahun terakhir ini sudah sedikit banyak berkontribusi terhadap pembangunan paradigma masyarakat penerima program PNPM-MP untuk berfikir bahwa program PNPM-MP adalah program pengentasan kemiskinan yang bermuara pada tekad dan kemauan untuk merubah nasib dengan merubah diri sendiri. Ini sejalan dengan anjuran agama bahwa Tuhan tidak akan merubah masyarakat manakala masyarakat tersebut tidak berusaha merubahnya.

Sosialisai yang intens di radio komunitas Mandiri FM mengenai impian bersama untuk meraih ND menjadikan seluruh warga, BKM, pemerintah desa bahu-membahu berusaha menjadikan perjalanan kegiatan PNPM-MP di desa Tangkil Kulon lebih baik. Dan akhirnya impian itu datang juga Tangkil Kulon dinyatakan sebagai salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang layak mendapatkan ND.

JRKI-JRK Jateng Gelar Program Diskusi III

10 Apr

LAUNCHING PROGRAM DISKUSI III

(RADIO KOMUNITAS UNTUK AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI) PNPM MANDIRI

A.     Latar Belakang

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri atau lebih dikenal dengan singkatan PNPM Mandiri adalah sebuah program pembangunan sebagai wujud kebijakan pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan. Melalui PNPM Mandiri mekanisme penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang suaranya seringkali tidak tersalurkan, seperti perempuan, masyarakat miskin dan kelompok minoritas terpencil.

Akuntabilitas dan transparansi  merupakan prinsip dasar yang diakui sebagai prasyarat  dalam berbagai teori pembangunan yang selama ini dipraktekkan di Indonesia. Akuntabilitas dan transparansi  selalu menjadi salah satu isu kunci yang dihadapi oleh setiap program pembangunan. Keberhasilan suatu pemerintahan hingga kepemimpinan nasional, pada dasarnya sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mampu menciptakan kondisi yang transparan dan akuntabel sehingga masyarakat memiliki informasi yang cukup untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan. Tidak jarang kegagalan pemerintahan juga disebabkan faktor ketiadaan prinsip-prinsip tersebut.

Sebagai sebuah nilai atau prinsip, akuntabilitas dan transparansi adalah proses untuk menjadi dan bukan hasil yang seketika. Oleh karena itu, di tengah proses mewujudkannya para pengelola program akan selalu berhadapan dengan tantangan akibat keragaman latar belakang sosial budaya maupun faktor sumber daya yang ada.

Radio Komunitas merupakan media yang sangat dekat dengan masyarakat dari lapisan yang paling bawah,yang sangat dekat dengan komunitas,karena keberadaanya adalah dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat ,dipandang sangat perlu dan penting sebagai media untuk mendapatkan peran sebagai media informasi tentang program-program PNPM dan menyerukan tentang Akutanbilitas dan Transparansi, serta Upaya untuk memfasilitasi masyarakat agar berpartisipasi lebih aktif melakukan pemantauan terhadap PNPM Mandiri melalui media komunitas radio.

Radio Komunitas sebagai media penghubung antara PNPM dan Masyarakat di harapkan mampu berperan lebih aktif dalam penyelenggaraan,program-program PNPM, mendorong partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Untuk memperkuat media yang telah ada. Salah satunya adalah dengan memberi peran yang lebih kepada media komunitas.Program ini adalah kelanjutan dari program sebelumnya DISKUSI I DAN II,dengan melibatkan 15 Radio Komunitas Jawa Tengah sebagai Mitra .

B.    Tujuan

1.       Tujuan Umum

Mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas PNPM Mandiri melalui partisipasi masyarakat dengan memanfaatkan sistem yang berbasis media komunitas sebagai penyedia informasi, penyebarluas  informasi dan  komunikasi (dialog 2 arah) bagi para pihak terkait PNPM Mandiri.

2.       Tujuan Khusus

  1. Memperkuat kapasitas radio komunitas terkait kapasitas manajemen maupun teknis.
  2. Memfasilitasi radio komunitas untuk menjadi alat/media alternatif/pendukung untuk mencari informasi dan melakukan pemantauan berbasis komunitas.
  3. Memfasilitasi radio komunitas memfasilitasi dan menjadi salah satu pilihan media komunitas untuk pengaduan masyarakat.
  4. Memperdalam dan memperluas dampak Program DISKUSI III di masyarakat dalam meningkatkan rasa kepemilikan terhadap dan partisipadi dalam PNPM Mandiri.
  5. Terjadinya komunikasi 2 arah melalui Radio Komunitas dari level desa, kecamatan, kabupaten,propinsi sampai nasional.

3.  Output

  1. Adanya dokumen berbagai materi tentang PNPM Mandiri terkini yang diproduksi oleh radio komunitas dengan menggunakan sistem (sederhana) baik arsip (offline) ataupun basis data (online).
  2. Adanya media komunitas mitra PNPM Mandiri dan sistem yang aksesibel, diakui (de facto & de jure), didukung nyata (oleh komunitas, pelaku PNPM Mandiri serta pemeritah lokal) yang terhubung dengan sistem PNPM Mandiri yang sudah ada.
  3. Anggota masyarakat dan para pihak mulai menggunakan media komunitas sebagai alternative dalam mencari informasi dan melakukan pengaduan terkait PNPM Mandiri.
  4. Terbangunnya kerjasama beragam media yang mempermudah akses bagi komunitas dalam mencari informasi dan memantau pelaksanaan PNPM Mandiri.
  5. Berfungsinya sistem DISKUSI III (media infokom) yang dibangun atas prinsip keberlanjutan terhadap aspek :
    1. Pemilihan teknologi yang tepat sesuai kapasitas dan situasi kondisi komunitas dan lingkungan lokal.
    2. Kesetaraan gender dan sosiokultural seperti kesetaraan aksesibilitas dan pemanfaatannya.
    3. Institusionalisasi dan kapasitas manajerial dari rakom (pelaku), asosiasi (pendukung), CRI (sistem), pemda lokal (kebijakan) serta pelaku PNPM Mandiri dalam jangka panjang.
    4. Ekonomi dan finansial dalam pengelolaan sistem/media komunitas.

C.   Daftar Radio Komunitas sebagai Mitra

Setelah melalui Assesment dan Pendataan dan berbagai pertimbangan bersama pengurus JRK-Jateng dan JRKI maka radio komunitas yang yang akan dilibatkan adalah 15 Rakom tersebar di jawa Tengah ,sedangkan Radio komunitas bisa mengembangakan Inovasi program sebagai inisiatif rakom,sesuai kemampuanya,misalnya dengan sharing kegiatan ini dengan radio komunitas terdekatnya.

Berikut Daftar Rakom Mitra DISKUSI III

NO

NAMA RAKOM

ALAMAT SURAT LENGKAP

FREK. SIARAN

KONTAK PERSON

PENANGGUNG JAWAB

HP

EMAIL

1 Radio Komunitas Lintas Merapi Deles Rt 27/009,Sidorejo ,Kemalang Klaten Jawa Tengah ,57484

107.9

Djenarto

81578063198

lintasmerapi_fm@yahoo.co.id
2 Radio Komunitas Balegama Balerante,Balerante Kemalang Klaten 57484

107.8

Purwo widodo

85725372657

bale_gama@yahoo.com
3 Radio Komunitas Merapi Gondang ,Cluntang,Musuk Boyolali

107.8

Sukidi

85647116591

merapifm@gmail.com
4 Radio Komunitas PPK Fm Sragi Komplek KUD Sragi Jl Raya Bulakpelem 783 – Kecamatan Sragi-Kabupaten Pekalongan

107.9

Sunarto

81542555865

 ppkfmsragi@gmail.com
5 Radio Komunitas Merah Putih Jl.Bima No 39 Ds Ketitang,Bojong,Pekalongan

107.8

Didik Harahap

85695242157

didiekharahab@gmail.com
6 Radio Komunitas Merapi merbabu Community Dukuh Samiran Rt 01/001 Kecamatan Selo,Kab Boyolali

107.8

Sunardi

85658192154

mmc.selo@gmail.com
7 Radio Komunitas Suara Tani Jln.Slamet Riyadi no 35, Kranggan Kota Rt 01/001 prembun,Kebumen

107.9

Sigit Roso Prasojo

87732532878

radiosuaratani@yahoo.com
8 Radio Komunits Suara Bina Pemuda Jln.Kyai Kali no 09 kaliwiro,wonosobo

107.9

Bambang Handi

85867451417

handi_wonosobo@yahoo.com
9 Radio Komunitas New Arista Desa Rembun ,Kecamatan Siwalan, Kab.Pekalongan

107.9

 AAN KAENAN

85869248811

 radionewarista@yahoo.com
10 Radio Komunitas Semerlang Fm Jln Raya Cinangsi Rt03/001 Desa Cinangsi Kec. Gandrungmangu Cilacap

107.9

A.Fadli

085227111149 081327598344 semerlangfm@gmail.com
11 Radio Komunits Suara Kampung Pintar Jln Kaliabu-Kajoran Km 2.5 Sambak,Kajoran,Magelang

107.8

Rofik

85643213194

fiq_mgl@yahoo.com
12 Radio Komunitas K FM Dusun Tegalsari rt 002/018,Dukun Magelang 56482

107.8

Muhammad Asnawi

81904165020

kfm.radio@yahoo.com
13 Radio Komunitas Mentari FM SD N Giritirta,Pejawaran,Banjarnegara

107.9

Mister Yusuf

85227226765

mentari.fm@gmail.com dan m.yusufwijaya@yahoo.com
14 Radio Komunitas Mandiri Fm Ds Tangkil Kulon Rt 03/001 No 16 Kedungwuni Pekalongan

107.7

Buono

85865601445

buono_lahyau@yahoo.com
15 Radio Komunitas Kalijaga Fm Dusun Sabrang Kidul Rt 02/002 Karangsambung,Kalibawang,Wonosobo 5635

107.8

Pujiana

87834226612

esawoung_5758@yahoo.com