TIGA BKM KAB. PEKALONGAN BELAJAR PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI KE YOGYAKARTA

8 Jun

Penanganan sampah secara swa-kelola yang dilakukan oleh warga Desa Sukunan, Sleman-Yogyakarta mendorong tiga Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Kabupaten Pekalongan untuk belajar langsung dari sumbernya. BKM Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan bersama-sama dengan BKM Kemasan Kecamatan Bojong dan BKM Samborejo Kecamatan Tirto didampingi oleh Tim Teknis Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) yang terdiri dari Konsultan Kabupaten (Korkot PNPM-MP Kab. Pekalongan) dan dinas terkait yang meliputi Dinas PU, Dirjen Cipta Karya dan PIP, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Indag, Dinas Lingkungan Hidup; Jum’at (7/6) kemarin mengadakan studi banding, guna mempelajari proses pengeloaan sampah yang dilakukan di desa tersebut.

 Gambar

Sampah yang selama ini kita anggap sebagai barang yang tidak berharga, menjadi rupiah bagi warga di desa Sukunan, mereka memilah sampah rumah tangga menjadi tiga bagian yakni sampah organik yang terdiri dari daun-daunan, limbah sayuran dan buah dan limbah rumah tangga lainnya sisa dari memasak; dan sampah non organik yang dipilah lagi menjadi dua yaitu plastik dan kaca. Sampah organik dimasukkan dalam tong dengan label sampah organik, dan sampah non organik dimasukkan dalam dua tong yang berbeda, yaitu plastik dan kaca. Kemudian tong sampah yang sudah di letakkan dengan jarak sepuluh rumah tersebut diangkut oleh petugas untuk diolah lebih lanjut. Sampah organik dibuat sebagai kompos atau pupuk organik sedangkan sampah yang non organik dipilah lagi sesuai dengan jenisnya. Untuk sampah dari plastik dan kaca/botol langsung dijual ke pengepul sedangkan sampah dari sisa potongan bahan pakaian dikumpulkan di rumah kain perca untuk dibuat aneka kerajinan seperti kesed, tas dan lain sebagainya. Disamping itu sampah plastik yang terbuat dari alumunium foil  yang tidak laku untuk dijual dibawa ke rumah kerajinan tas yang dikelola oleh kader lingkungan di desa tersebut.          

Gambar Pengelolaan sampah secara mandiri yang dilakukan oleh warga desa Sukunan ini menarik minat peserta studi banding karena ide pengelolaan sampah ini muncul dari salah seorang warga yang kebetulan menjadi dosen lingkungan hidup di salah satu perguruan tinggi di kota Sleman. Keluhan warga mengenai sampah desa yang tidak terurus menjadikan beliau menggandeng donatur untuk mewujudkan pengelolaan sampah terpadu secara mandiri. Dari kesepakatan warga dalam rembuq desa, akhirnya disepakati untuk menerima program pengeloaan sampah mandiri tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga selama hampir tiga bulan dan pembuatan media tong sampah oleh warga yang tergabung dalam kelompok peduli lingkungan.

Gambar

            Selain pengelolaan sampah, di desa tersebut kini mengelola instalasi pengolah limbah (IPAL) komunal. Limbah jamban rumah tangga yang awalnya dibuang dalam sapit tank pribadi disalurkan dalam saluran IPAL komunal tersebut. hasil dari pengolahan IPAL komunal tersebut berupa air yang sudah tidak tercampur dengan bakteri ecoli tersebut kemudian di alirkan untuk mengairi sawah di desa tersebut. Selain mengelola IPAL komunal yang merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang, kelompok peduli lingkungan juga mengelola biogas hasil dari pengelolaan kandang komunal. Biogas tersebut kemudian disalurkan ke unit rumah tangga untuk dijadikan pengganti bahan bakar gas dari pertamina.

Gambar

            Dengan pengelolaan sampah dan limbah yang terpadu ini desa Sukunan menjadi objek wisata lingkungan yang menarik wisatawan domestik maupun manca untuk belajar pengelolaan sampah secara mandiri. (Buono-Mandiri FM, melaporkan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: