Arsip | Radio RSS feed for this section

Catatan 2

19 Apr

Catatan 2.

Iklan

MEMBERDAYAKAN WARGA MISKIN KOG DENGAN RAKOM

22 Mei

  • *Menjawab Pertanyaan : Antara Rakom, BLM Sosial dan Esensi Pemberdayaan

Oleh : Buono

“Radio komunitas (rakom) mempunyai peran besar yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam implementasi dan monitoring PNPM Mandiri, sehingga transparansi dan akuntabilitas program dapat ditingkatkan.Mengingat peran rakom yang strategis tersebut, pelaku PNPM sendiri perlu mengoptimalkan pemanfaatan rakom sebagai media pemberdayaan masyarakat.” (www.p2kp.org)

Gambar

Esensi pemberdayaan masyarakat adalah berubahnya paradigma masyarakat tentang penanggulangan kemiskinan. Bagaimana pola berfikir mereka yang menganggap bahwa kemiskinan adalah “takdir” yang tidak dapat dirubah menjadi pola fikir bahwa kemiskinan dapat ditanggulangi dengan bersama -sama mengoptimalkan segenap sumber daya yang ada (alam, manusia). Perubahan paradigma ini tidaklah instan. Butuh waktu, tenaga, biaya dan media yang tepat bagi mereka (baca : warga miskin); Disinilah peran yang diambil oleh Radio Komunitas (baca : Mandiri FM) dalam memberikan pemahaman esensi pemberdayaan masyarakat.

Saya masih ingat ketika Fasilitator Kelurahan PNPM-MP membimbing kami untuk mengadakan FGD tentang refleksi kemiskinan, tahun 2008 yang lalu.

Pertama : Kemiskinan terjadi karena lemahnya akses warga miskin  terhadap layanan pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi.

Kedua : Kemiskinan menjadikan mereka tidak dapat mengakses   informasi dan layanan fasilitas umum.

Ketiga : Secara umum masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan kurang peduli terhadap pendidikan, kesehatan, dan permasalahan sosial lainnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut diatas BKM Tunas Karya Mandiri  hadir di tengah desa Tangkil Kulon, merupakan salah satu bentuk kebutuhan  masyarakat  terhadap  lembaga  yang  representatif  dan  mengakar  dalam  upaya penanggulangan  kemiskinan. Melalui  BKM Tunas Karya Mandiri  masyarakat  belajar  dalam perbaikan  sikap,  perilaku, cara  pandang  dengan menanamkan  nilai-nilai  kemanusiaan  dan prinsip-prinsip  kemasyarakatan,  belajar  menyusun  program  bersama dan  merealisasikannya.  Dengan  perubahan  pola  pikir  masyarakat yang  memandang  bahwa upaya  kemiskinan  harus  dilaksanakan melalui  pendekatan  Tri Daya yaitu pembangunan bidang  lingkungan, ekonomi dan sosial yang  terpadu dan sinergi dan melibatkan  semua  pihak  baik masyarakat,  swasta maupun  pemerintah  daerah  sendiri.  Prinsip transparansi  dan  keberlanjutan  dalam  pelaksanaan  program  penanggulangan  kemiskinan dikedepankan BKM Tunas Karya Mandiri.

BKM Tunas Karya Mandiri berkomitmen pada pemberdayaan warga miskin dengan memperjuangkan hak-hak dasar warga miskin seperti layanan pendidikan, kesehatan maupun jangkauan pembangunan. Untuk itu didirikan radio komunitas untuk menjadi alat untuk membantu penyampaian materi pendidikan, penyuluhan kesehatan, mengadvokasikan hak-hak dasar, juga menjadi sarana komunikasi dalam memobilisasi, serta media informasi dan hiburan bagi warga miskin di Kabupaten Pekalongan pada umumnya.

Benar yang disampaikan oleh Zahrotul Atiyah dalam tulisannya,  bahwa kegiatan sosial yang dapat didanai dari BLM PNPM tidak terlepas dari tujuan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). yaitu peningkatan kapasitas warga miskin dalam meningkatkan daya beli; bidang pendidikan dan kesehatan.

Menjawab artikel tersebut maka BKM Tunas Karya Mandiri tidak hanya menanggulangi kemiskinan dengan membangun infrastruktur dibidang pendidikan, kesehatan dan sosial (bantuan tunai) semata tetapi dengan cara mengintegrasikan pembangunan fisik dan pembangunan mental warga miskin melalui radio komunitas Mandiri FM dengan cara :

Pertama : Adanya program siaran radio yang mendukung kegiatan pendidikan bagi warga miskin. Secara umum masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan kurang peduli terhadap pendidikan. Masih adanya warga miskin yang buta huruf dan pendidikan anak-anak mereka masih rendah yang hanya lulus pendidikan dasar dan lebih memilih bekerja untuk membatu ekonomi keluarga menjadikan siaran radio komunitas memberikan jangkauan pengajaran dan pendidikan lebih luas dan lebih intensif, sehingga mempercepat pengentasan buta aksara dan memberikan pemahaman pentingnya pendidikan.

Kedua : Adanya program siaran radio yang mengkampanyekan informasi tentang layanan kesehatan bagi warga miskin.Warga miskin merupakan komunitas yang sangat rentan dengan berbagai penyakit, disebabkan karena pola hidup mereka yang kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Siaran Radio Komunitas akan membantu memberikan berbagai informasi kesehatan bagi warga miskin.

Ketiga : Adanya program siaran radio yang mendukung pemberdayaan ekonomi berupa pemberian informasi tentang harga, akses pasar, serta sarana promosi usaha mereka.Melalui siaran radio, productive poor  akan secara cepat mendapatkan informasi harga berbagai komoditas hasil produksi mereka, serta informasi pasar. Selama ini promosi usaha hanya dapat dinikmati oleh wirausaha menengah keatas dengan modal besar. Radio Komunitas juga dapat difungsikan guna membantu mereka dalam meningkatkan kapasitas dan promosi usaha mereka dalam bentuk onair maupun offair.

Diharapkan dengan program siaran yang dilakukan oleh Radio Komunitas Mandiri FM warga miskin lebih sadar akan pentingnya pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesejahteraan mereka disertai dengan perubahan paradigma mereka tentang pengentasan kemiskinan. Adapun siaran yang menunjang ketiga kegiatan tersebut diatas, maka Mandiri FM merancang beberapa acara, diantaranya :

a.   Program siaran pendidikan

  1. Program DISKUSI (Dialog Interaktif untuk Akuntabilitas dan Transparansi) PNPM,
  2. Program Sinau Bareng (siaran pendidikan)
  3. Program Konco Tani  (talkshow tentang peternakan dan pertanian),
  4. Program siaran budaya lokal Pekalongan).

b.  Program siaran  kesehatan

  1. Talkshow Sehat Herbal (pengobatan tradisional dengan herbal),
  2. Talk Show Apa Kata Dokter ( cara hidup sehat, dan Seputar Infokesehatan).

c.   Program siaran  pengembangan ekonomi

  1. Informasi harga dan pemasaran,
  2. Informasi bercocok tanam,
  3. Informasi produk wirausaha miskin produktif dengan ILM, talkshow  tentang produk,
  4. Bazar produk wirausaha miskin produktif (off air)

Dengan program siaran tersebut tentu saja pihak yang diuntungkan adalah  warga miskin Kabupaten  Pekalongan. Konsep siaran ini pernah kami matangkan bersama Suryanto (yang saat itu menjabat sebagai Korkot PNPM-MP Kab. Pekalongan) sebelum beliau pindah tugas.Kami yakin dengan program siaran tersebut dapat mencapai delapan target MDG’s yang dilontarkan oleh Akar Atya (panggilan lain untuk Zahrotul Atiyah)

Pertanyaan berikutnya dari Sdr.Akar Atya adalah bahwa tidak semua kegiatan dapat didanai oleh dana BLM, yang sangat terbatas dan besaran swadaya masyarakat; ini sudah terjawab selama radio ini berdiri hingga sekarang tidak dibiayai oleh BLM (diluar bantuan Rp.770.000,- untuk pengurusan perijinan). Bisa Anda bayangkan bila Anda menggunakan media untuk menginformasikan kegiatan Anda, berapakah uang yang harus Anda keluarkan?. Kami tidak seperti itu. Kembali ke esensi lahirnya kami adalah untuk memberikan pencerahan kepada warga miskin agar mereka lebih berdaya.

Opini Anda mengenai rakom sebagai sebuah media penyampaian informasi, segmen audiens rakom relatif terbatas. Terbatas pada warga masyarakat yang bisa mengaksesnya dan sekaligus pada batasan minat. Dari segi ini, efektivitas penggunaan Rakom sangat terbatas pada kalangan tertentu (pendengar rakom) dan sekaligus jangkauan siarannya.

Perlu kami jelaskan bahwa disinilah Anda tidak membaca tulisan saya di alinea 4-7 (lihat)

Sebagai seorang mantan market research, saya memahami bahwa warga miskin dengan kondisi pendidikan yang rendah (bahkan buta huruf), bekerja pada bidang non formal (serabutan); radio bagi mereka adalah teman bekerja dan rekreasi fikiran. Sehingga pilihan kami tentu sangat berdasar menjadikan rakom sebagai media pemberdayaan masyarakat.

Ketika Anda mempertanyakan sisi keamanan (safety, menurut Anda); Kemana Anda-Saudara Fasilitator CD- saat pelatihan pembuatan kue di TPQ Al Mujahidin desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni, dimana terjadi kebakaran alat pemanggang kue, yang hampir membunuh koordinator BKM Tunas karya Mandiri, Sekretariat, lima anak koordinator BKM, perserta pelatihan dan  mungkin warga sekitar karena kebakaran itu terjadi?. Untung saja kebakaran tidak merembet. Yang anda perlu ketahui bahwa pelatihan ini dibiayai dari BLM, ketika kecelakaan itu terjadi, pernahkah Anda mengucapkan ikut prihatin ataukah anda berusaha mengembalikan psikologi  KSM Mandiri Institute Training Centre agar pulih? Sama sekali tidak ada respon dari Anda kan?

Sebagai media komunitas yang seluruhnya didanai oleh swadaya masyarakat, kami sepenuhnya tidak menginginkan kecelakaan itu terjadi, kami telah memberikan yang kami bisa agar kami lebih berarti bagi pemberdayaan masyarakat. Tidakkah Anda melihat itu? Kami tidak menutup mata, bahwa sumber dana dari rakom bukan hanya dari BLM (ingat sampai sekarang, rakom kami belum pernah didanai oleh BLM)- lihat artikel yang sama alenia 14, sehingga kami selalu melakukan chanelling dengan lembaga yang peduli terhadap rakom seperti Combine Institute, Pirac, TIFA, JRKI, PNPM Support Facility (PSF), dan Jalin Suara maupun Pemda (BKKBN, Dinkes, dll).

Pertanyaanya adalah, Sebagai Fasilitator, dalam kondisi force majour, dimana rakom Mandiri FM harus diselamatkan, pernahkah Anda memberikan solusi kepada kami itu?

Terakhir mengenai statemen Anda yang secara tidak langsung dikenakan pada saya, yaitu : Manusia yang paling berdaya bukanlah manusia yang paling pintar, melainkan manusia yang pada dirinya melekat sifat-sifat baik. Akan semakin berdaya, jika selain mempunyai sifat baik juga memiliki kapasitas yang tinggi. Silakan lihat kuadran tingkat keberdayaan versi P2KP.

Perlu saya tanggapi bahwa saya adalah relawan yang dipilih oleh warga Desa Tangkil Kulon dua periode berturut-turut untuk mewakili mereka sebagai Koordinator BKM Tunas Karya Mandiri dengan suara terbanyak dibandingkan rekan-rekan lainnya. Bukan berarti saya lebih baik dari mereka. Pilihan mereka kepada saya karena didasari oleh mencari manusia baik (pelajari lagi panduan pemilu BKM lebih lanjut). Saya adalah orang yang kehilangan penghasilan untuk menghidupi lima anak dan satu istri karena hadirnya PNPM-MP di desa saya (lihat) bahkan saya rela kehilangan nyawa seluruh keluarga saya saat kejadian kebakaran di Mandiri Institute Training Centre saat itu. Bukan berarti saya menganggap bahwa diri saya yang terbaik di desa Tangkil Kulon- Anda perlu membuka dokumen PP (Perencanaan Partisipatif) dan RTW (Tembug Tahunan Warga) BKM Tunas karya Mandiri dengan hasil yang sangat memuaskan. Bila perlu coba anda bertanya kepada siapapun di Desa Tangkil Kulon, anak-anak hingga lansia tentang buono, saya jamin 90% warga pasti tahu. Mohon maaf sebelumnya bila terdengar saya begitu sombong dan angkut dengan hal itu. Tapi ini sekedar untuk memberikan gambaran tentang siapa saya sebenarnya.

Semoga ini semua dapat memberikan pemahaman Anda tentang BKM Tunas Karya Mandiri, rakom Mandiri FM dan seluruh relawan PNPM-MP Desa Tangkil Kulon.

8 Mei

  • Surat Terbuka untuk Pembuat Kebijakan PNPM-MP

3Media komunitas yang menyuarakan informasi pemberdayaan masyarakat utamanya kegiatan PNPM-Mandiri Perkotaan di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, Radio Komunitas Mandiri FM Desember 2013 genap berusia 4 tahun, Usia yang relatif muda memang, namun kontribusi rakom yang satu ini terhadap PNPM-MP tidak bisa diragukan lagi. Warga Kota Santri menganggap bahwa radio ini adalah “RADIO PNPM” karena acara-acara yang digelar, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Sosialisasi Program PNPM-MP selalu digelar setiap hari di radio ini.

Seperti yang dimuat dalam kolom Tilik Kampung, Suara Merdeka Akhir Desember 2012, Radio Mandiri FM didirikan oleh relawan dan anggota BKM Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan. Mereka mengumpulkan dana, perangkat siaran dan tenaga untuk mewujudkan media sosialisasi tersebut. Sebelum tulisan itu dimuat dalam Koran Jawa Tengah tersebut, tidak ada sepeserpun dana dari pemangku kebijakan PNPM-MP baik tingkat Korkot Kab. Pekalongan, KMW, maupun KMP. Baru setelah tulisan itu dimuat, Korkot Kab. Pekalongan yang saat itu menjabat, Suryanto, memberikan bantuan dana sebesar Rp. 770.000,- guna persiapan perijinan. (http://suarakomunitas.net/baca/30302/mandiri-fm-siapkan-dokumen-perijinan/).

Ide pendirian radio komunita Mandiri FM, sejak awal hadirnya program PNPM-MP di desa Tangkilkulon. Saat pelatihan BKM di SD Negeri Tangkilkulon, Buono, salah satu relawan desa pada tahun 2008, pernah menanyakan kepada Sutiknyo, S.Tp. yang saat itu menjabat sebagai Korkot PNPM-MP Kab. Pekalongan, “Apakah BLM PNPM-MP dapat digunakan untuk mendirikan media sosialisasi yang ramah lingkungan(mudah diterima informasinya oleh masyarakat), yakni radio komunitas?” pada saat itu, Sutiknyo tidak menjawab dengan pasti apakah boleh atau tidak. Hingga akhirnya karena dianggap efektif digunakan sebagai media sosialisasi warga, pendirian rakom Mandiri FM diusulkan oleh sebagian warga untuk dimasukkan dalam PJM Pronangkis desa Tangkilkulon dengan alasan utama :

1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan sebagai sebuah gerakan merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan, tidak serta merta berhasil manakala tidak diimbangi dengan transfer informasi dan metode pembelajaran masyarakat yang tepat. Mandiri FM sebagai radio komunitas pemberdayaan masyarakat merupakan media yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi (transfer informasi) dan media pembelajaran yang tepat untuk merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan sehingga diharapkan dengan segera mungkin masyarakat lepas dari belenggu kemiskinan (mandiri).

2. Peluang ini sangat terbuka mengingat masyarakat masih membutuhkan radio sebagai teman ketika bekerja, ataupun sekedar mendengarkan musik yang disukainya. Dengan menggunakan radio komunitas sebagai media pembelajaran maka proses pemandirian masyarakat akan lebih cepat tercapai.

3. Kegiatan PNPM-MP yang mengharuskan setiap kegiatannya akuntable dan transparan, akan sangat terbantu dengan kehadiran radio komunitas mengingat dalam sebuah siaran radio terjadi komunikasi dua arah antara antara penerima informasi dan pemberi informasi sehingga terjadi check and balance mengenai informasi yang disiarkannya. Disamping itu, radio masih dianggap sebagai media yang efektif dibandingkan dengan media tertulis (media cetak) mengingat masyarakat kita yang masih enggan untuk membaca (melek baca); bahkan masih banyak masyarakat kita yang masih buta huruf. Sebagai media komunitas pemberdayaan, kehadiran radio komunitas PNPM dapat berfungsi sebagai papan informasi yang memberitakan keberhasilan program tersebut.
(https://bkmtunaskaryamandiri.wordpress.com/tag/jakarta/)

Fakta dilapangan membuktikan, bahwa ke-kurang berpihakan pemegang kebijakan PNPM-MP terhadap pemberdayaan masyarakat yang lebih membumi (memang ini bisa diperdebatkan, dan kami siap untuk berdebat soal ini) tidak berpengaruh terhadap pendirian Radio Komunitas Mandiri FM yang lebih dikenal sebagai radio PNPM oleh warga Pekalongan. Sejak 12 Desember 2010 media sosialisasi udara ini berdiri dengan dana patungan dari relawan dan anggota BKM Tunas Karya mandiri hingga saat ini.

Kendala terbesar yang kami hadapi adalah ketika radio ini, perangkatnya tersambar petir saat audit BKM di Studio Mandiri FM pada Maret 2013 kemarin. Laptop auditor, pemancar, cpu, monitor dan perangkat siaran lain ikut mati, sementara kas rakom kosong; maka dalam rapat usulan kegiatan PNPM-MP di desa Tangkilkulon yang diadakan di balai desa dengan dihadiri warga, BKM, UP, relawan, tokoh masyarakat dan faskel tim 09 PNPM-MP Kab. Pekalongan wacana memperbaiki sekaligus standarisasi perangkat siaran diusulkan agar dibiayai oleh BLM PNPM-MP. Berbeda dengan warga desa Tangkilkulon yang menganggap bahwa keberadaan rakom Mandiri FM penting sekali guna sosialisasi dan sarana pemberdayaan masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas, Faskel CD saat itu menganggap bahwa program tersebut jauh tidak penting. (lihat http://www.facebook.com/groups/152030041628870/).

Berkenaan tulisan saya di media sosial online tersebut, Askot CD PNPM-MP Kab. Pekalongan, Purtomo, datang ke studio Mandiri FM untuk menjelaskan bahwa program sosial PNPM-MP saat ini lebih dititik beratkan pada pelatihan warga (liveskill education) dengan mengirim peserta ke lembaga pelatihan. Pertanyaannya adalah ukuran penting tidaknya sebuah prioritas kegiatan pemberdayaan dalam PNPM-MP itu ditentukan oleh obyek pemberdayaan (baca : warga penerima manfaat program) atau pemegang kebijakan (baca konsultan)?. Jelas pemegang kebijakan PNPM-MP belum membaca Keangka Acual Media Warga point 6 halaman 3 dan point 7 halaman 11 tentang Radio Komunitas. (www.p2kp.org/warta/mw/Kerangka_Acuan_Media_Warga.pdf‎). Memang kami akui bahwa setelah kegiatan DISKUSI III PNPM dalam acara Warung Obrol Santri, yang menghadirkan Faskab PNPM-MPd dan Askot PNPM-MP dan disiarkan oleh seluruh Jaringan Radio Komunitas SANTRI, ada pembicaraan bagaimana pemecahan masalah eksistensi radio Mandiri FM, tetapi tetap saja tidak memecahkan masalah.

Kami tidak akan lelah untuk mengudarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pekalongan khususnya kegiatan PNPM-MP, baik kegiatan yang sudah biasa berjalan yakni DISKUSI (Dialog untuk Akuntabilitas dan Transparansi) bersama Korkab. PNPM-MP, ILM PNPM-MP, upload kegiatan PNPM Kab. Pekalongan di http://suarakomunitas.net/, maupun pembuatan buletin yang kami terbitkan tiap bulan.

Suber dana radio komunitas adalah (1) sumbangan; (2) hibah; (3) sponsor; dan (4) usaha lain yang tidak mengikat. (http://suarakomunitas.wordpress.com/2008/05/24/pembiayaan-radio-komunitas/), ini yang akan kami maksimalkan sehingga kami mengundang kepedulian seluruh pihak yang peduli terhadap pemberdayaan warga miskin untuk ikut berkontribusi terhadap kelangsungan hidup kami.

Semoga apa yang kami tuliskan bisa menggugah pemegang kebijakan PNPM-MP untuk bisa memahami apa artinya take and give, ketika kami sudah meluangkan waktu, tenaga pikiran, dan segalanya agar gaung PNPM-MP bisa lebih bersahabat dengan warga Kota Santri, lebih mengenal PNPM melalui siarannya, seberapa banyak lagi kami harus memberi manakala kami telah tiada?.

Sukses Raih Program PLPBK Melalui Rakom

14 Apr

Mengenal Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) bagi saya merupakan anugerah terindah dalam hidup.  Bagaimana mungkin seorang bakul jenang/dodol jawa yang berjualan dari malam ke malam di keramaian hiburan warga dan siangnya bekerja sebagai staf tata usaha di SMA Islam YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan dipercaya oleh masyarakat desa Tangkil Kulon untuk menjadi koordinator LKM/BKM Tunas Karya Mandiri yang kemudian LKM/BKM tersebut dapat meraih penghargaan tertinggi dalam kegiatan PNPM-MP, yakni program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) atau sering disebut ND (Neighborhood Development/Noto Deso).

Orang lebih mengenal saya sebagai Pak Bono, walaupun sebenarnya saya dilahirkan dengan nama buono 36 tahun lalu, tepatnya 19 Mei 1976. Pendidikan dasar saya lalui di SDN Ngalian dan SMPM  Pekajangan. Lulus SMP saya melanjutkan ke SMEA Negeri Pekalongan (sekarang SMK 2) jurusan Perkantoran sembari jualan koran untuk sekedar uang jajan dan membantu orang tua bayar SPP.

Mimpi yang selalu memenuhi pikiranku setelah lulus SMEA adalah melanjutkan kuliah. Impian yang terlalu mahal bagi seorang buono untuk mewujudkannya. Mimpi itu pula yang membawaku bermigrasi ke Pontianak dan Jakarta. Di Jakarta saya mencoba keberuntungan dengan bekerja sebagai office boy (OB) di STIE PERBANAS, menjadi marketing kartu kredit dan menjadi field research sembari kuliah di STIE TRIANANDRA sekarang UNIVERSITAS TRIANANDRA. Namun Allah SWT rupanya berkehendak lain;  tahun 1999-2000 saat puncak krisis ekonomi Indonesia, hampir seluruh perusahaan di Jakarta colaps dan saya termasuk orang yang harus menganggur waktu itu. Sembari bekerja sebagai tukang es di bawah jembatan semanggi, saya masih bisa melanjutkan kuliah walau  tidak bisa bayar SPP karena penghasilan tidak cukup untuk makan. Setelah bertahan survive selama 2 tahun, akhirnya tahun 2002 saya tidak dapat bertahan lagi tinggal di Jakarta.

Sepulang dari Jakarta, saya bekerja sebagai staf tata usaha SMA Islam YMI Wonopringgo hingga sekarang. Untuk menyambung hidup keluarga dengan anak satu saat itu saya nyambi berjualan jenang (dodol jawa) pada malam harinya.

Thus, pagi kerja, siang belanja dan malam jualan jenang hingga dini hari. Rutinitas yang sangat melelahkan.

Tahun 2008 merupakan awal baru dalam kehidupan kami. Pada waktu itu saya diundang pertemuan warga di balai desa Tangkil Kulon mengenai sosialisasi program PNPM-MP oleh Sutiknyo, S.TP. Koordinator Kabupaten Pekalongan saat itu. Kebetulan saya ikut menjadi relawan, dari siklus awal hingga pembentukan BKM, saya terpilih menjadi koordinator. Hal ini menyebabkan ekonomi keluarga terganggu karena waktu yang seharusnya dapat menghasilkan rupiah untuk menopang hidup kini harus mengikuti rapat-rapat terus secara marathon hingga saya tidak punya waktu lagi untuk jualan jenang. Ternyata Allah berkehendak lain, saya tidak lagi berjualan jenang tetapi pintu rizqi lainnya Dia buka untuk keluargaku. Karena berkecimpung di PNPM-MP orang mulai mengenal saya, dari situlah kemudian saya mendapatkan penghasilan lain seperti dari petugas sensus penduduk, sensus ekonomi, KPPS, PPS dan lainnya.

Menjadi koordinator LKM/BKM Tunas Karya Mandiri membuat saya harus memutar otak bagaimana agar kegiatan PNPM-MP di desa Tangkil Kulon ini dapat berjalan lancar karena seringnya kegagalan program pemberdayaan serupa yang dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat waktu itu berpikiran bahwa program PNPM-MP adalah program pemerintah yang seperti kapal bengkah (duitnya dapat dibagi rame-rame tanpa mengembalikan). Satu kelemahan lagi yang menjadikan kami semakin terlecut adalah rendahnya pendidikan teman-teman Bkm Tangkil Kulon dibandingkan Bkm lainnya di Kecamatan Kedungwuni.

Sosialisasi PNPM-MP melalui media warga sejak siklus awal hingga BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) pertama cair tidak juga berdampak luas dalam memberikan kesadaran masyarakat untuk memahami bahwa program PNPM-MP adalah program yang berbeda dengan program pemerintah  saat itu. Sehingga saya berpikir untuk memanfaatkan media yang lebih familiar dengan warga desa Tangkil Kulon yakni radio komunitas. Maka  akhir tahun 2009 lahirlah radio komunitas Mandiri FM dengan slogan “Chanel Pemberdayaan Pekalongan” dan tagline “Inspirasi Baru Keluarga Mandiri”.

Pendirian radio komunitas Mandiri FM merupakan ide dari siklus awal PNPM. Bagaimana program ini dapat berjalan dengan memaksimalkan penggiringan opini masyarakat terhadap program PNPM-MP adalah program yang direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat bersama. Sehingga pendirian rakom ini muncul dalam PJM-Pronangkis desa Tangkil Kulon tahun 2009 -2012 karena beberapa alasan yaitu :

1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan sebagai sebuah gerakan merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan, tidak serta merta berhasil manakala tidak diimbangi dengan transfer informasi dan metode pembelajaran masyarakat yang tepat. Mandiri FM sebagai radio komunitas pemberdayaan masyarakat merupakan media yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi (transfer informasi) dan media pembelajaran yang tepat untuk merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan sehingga diharapkan dengan segera mungkin masyarakat lepas dari belenggu kemiskinan (mandiri).

2. Peluang ini sangat terbuka mengingat masyarakat masih membutuhkan radio sebagai teman ketika bekerja, ataupun sekedar mendengarkan musik yang disukainya. Dengan menggunakan radio komunitas sebagai media pembelajaran maka proses pemandirian masyarakat akan lebih cepat tercapai.

3. Kegiatan PNPM-MP yang mengharuskan setiap kegiatannya akuntable dan transparan, akan sangat terbantu dengan kehadiran radio komunitas mengingat dalam sebuah siaran radio terjadi komunikasi dua arah antara antara penerima informasi dan pemberi informasi sehingga terjadi check and balance mengenai informasi yang disiarkannya. Disamping itu, radio masih dianggap sebagai media yang efektif dibandingkan dengan media tertulis (media cetak) mengingat masyarakat kita yang masih enggan untuk membaca (melek baca); bahkan masih banyak masyarakat kita yang masih buta huruf. Sebagai media komunitas pemberdayaan,  kehadiran radio komunitas PNPM dapat berfungsi sebagai papan informasi yang memberitakan keberhasilan program tersebut.

Berangkat dari keprihatinan ketidak-efektifan media sosialisasi ini maka BKM Tangkil Kulon menggalang dana untuk mendirikan radio komunitas sebagai media sosialisasi. Ide ini sangat beralasan karena papan informasi yang dipasang  oleh BKM hampir tidak ada yang datang untuk membacanya sementara melalui media pertemuan seperti rapat dan pengajian cakupannya terbatas.

Sumbangan dari anggota BKM berupa satu (1) unit personal computer, mikropon, dan uang kemudian diwujudkan menjadi perangkat siaran radio Mandiri FM. Yang unik dan lucu pada awal keberadaan radio Mandiri FM yaitu ketika perangkat radio sudah jadi dan siap untuk siaran, tetapi belum punya headphone dan mixer, akhirnya diputuskan untuk siaran apa adanya. Kehadiran radio Mandiri FM selama tiga tahun terakhir ini sudah sedikit banyak berkontribusi terhadap pembangunan paradigma masyarakat penerima program PNPM-MP untuk berfikir bahwa program PNPM-MP adalah program pengentasan kemiskinan yang bermuara pada tekad dan kemauan untuk merubah nasib dengan merubah diri sendiri. Ini sejalan dengan anjuran agama bahwa Tuhan tidak akan merubah masyarakat manakala masyarakat tersebut tidak berusaha merubahnya.

Sosialisai yang intens di radio komunitas Mandiri FM mengenai impian bersama untuk meraih ND menjadikan seluruh warga, BKM, pemerintah desa bahu-membahu berusaha menjadikan perjalanan kegiatan PNPM-MP di desa Tangkil Kulon lebih baik. Dan akhirnya impian itu datang juga Tangkil Kulon dinyatakan sebagai salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang layak mendapatkan ND.

JRKI-JRK Jateng Gelar Program Diskusi III

10 Apr

LAUNCHING PROGRAM DISKUSI III

(RADIO KOMUNITAS UNTUK AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI) PNPM MANDIRI

A.     Latar Belakang

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri atau lebih dikenal dengan singkatan PNPM Mandiri adalah sebuah program pembangunan sebagai wujud kebijakan pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan. Melalui PNPM Mandiri mekanisme penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang suaranya seringkali tidak tersalurkan, seperti perempuan, masyarakat miskin dan kelompok minoritas terpencil.

Akuntabilitas dan transparansi  merupakan prinsip dasar yang diakui sebagai prasyarat  dalam berbagai teori pembangunan yang selama ini dipraktekkan di Indonesia. Akuntabilitas dan transparansi  selalu menjadi salah satu isu kunci yang dihadapi oleh setiap program pembangunan. Keberhasilan suatu pemerintahan hingga kepemimpinan nasional, pada dasarnya sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mampu menciptakan kondisi yang transparan dan akuntabel sehingga masyarakat memiliki informasi yang cukup untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan. Tidak jarang kegagalan pemerintahan juga disebabkan faktor ketiadaan prinsip-prinsip tersebut.

Sebagai sebuah nilai atau prinsip, akuntabilitas dan transparansi adalah proses untuk menjadi dan bukan hasil yang seketika. Oleh karena itu, di tengah proses mewujudkannya para pengelola program akan selalu berhadapan dengan tantangan akibat keragaman latar belakang sosial budaya maupun faktor sumber daya yang ada.

Radio Komunitas merupakan media yang sangat dekat dengan masyarakat dari lapisan yang paling bawah,yang sangat dekat dengan komunitas,karena keberadaanya adalah dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat ,dipandang sangat perlu dan penting sebagai media untuk mendapatkan peran sebagai media informasi tentang program-program PNPM dan menyerukan tentang Akutanbilitas dan Transparansi, serta Upaya untuk memfasilitasi masyarakat agar berpartisipasi lebih aktif melakukan pemantauan terhadap PNPM Mandiri melalui media komunitas radio.

Radio Komunitas sebagai media penghubung antara PNPM dan Masyarakat di harapkan mampu berperan lebih aktif dalam penyelenggaraan,program-program PNPM, mendorong partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Untuk memperkuat media yang telah ada. Salah satunya adalah dengan memberi peran yang lebih kepada media komunitas.Program ini adalah kelanjutan dari program sebelumnya DISKUSI I DAN II,dengan melibatkan 15 Radio Komunitas Jawa Tengah sebagai Mitra .

B.    Tujuan

1.       Tujuan Umum

Mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas PNPM Mandiri melalui partisipasi masyarakat dengan memanfaatkan sistem yang berbasis media komunitas sebagai penyedia informasi, penyebarluas  informasi dan  komunikasi (dialog 2 arah) bagi para pihak terkait PNPM Mandiri.

2.       Tujuan Khusus

  1. Memperkuat kapasitas radio komunitas terkait kapasitas manajemen maupun teknis.
  2. Memfasilitasi radio komunitas untuk menjadi alat/media alternatif/pendukung untuk mencari informasi dan melakukan pemantauan berbasis komunitas.
  3. Memfasilitasi radio komunitas memfasilitasi dan menjadi salah satu pilihan media komunitas untuk pengaduan masyarakat.
  4. Memperdalam dan memperluas dampak Program DISKUSI III di masyarakat dalam meningkatkan rasa kepemilikan terhadap dan partisipadi dalam PNPM Mandiri.
  5. Terjadinya komunikasi 2 arah melalui Radio Komunitas dari level desa, kecamatan, kabupaten,propinsi sampai nasional.

3.  Output

  1. Adanya dokumen berbagai materi tentang PNPM Mandiri terkini yang diproduksi oleh radio komunitas dengan menggunakan sistem (sederhana) baik arsip (offline) ataupun basis data (online).
  2. Adanya media komunitas mitra PNPM Mandiri dan sistem yang aksesibel, diakui (de facto & de jure), didukung nyata (oleh komunitas, pelaku PNPM Mandiri serta pemeritah lokal) yang terhubung dengan sistem PNPM Mandiri yang sudah ada.
  3. Anggota masyarakat dan para pihak mulai menggunakan media komunitas sebagai alternative dalam mencari informasi dan melakukan pengaduan terkait PNPM Mandiri.
  4. Terbangunnya kerjasama beragam media yang mempermudah akses bagi komunitas dalam mencari informasi dan memantau pelaksanaan PNPM Mandiri.
  5. Berfungsinya sistem DISKUSI III (media infokom) yang dibangun atas prinsip keberlanjutan terhadap aspek :
    1. Pemilihan teknologi yang tepat sesuai kapasitas dan situasi kondisi komunitas dan lingkungan lokal.
    2. Kesetaraan gender dan sosiokultural seperti kesetaraan aksesibilitas dan pemanfaatannya.
    3. Institusionalisasi dan kapasitas manajerial dari rakom (pelaku), asosiasi (pendukung), CRI (sistem), pemda lokal (kebijakan) serta pelaku PNPM Mandiri dalam jangka panjang.
    4. Ekonomi dan finansial dalam pengelolaan sistem/media komunitas.

C.   Daftar Radio Komunitas sebagai Mitra

Setelah melalui Assesment dan Pendataan dan berbagai pertimbangan bersama pengurus JRK-Jateng dan JRKI maka radio komunitas yang yang akan dilibatkan adalah 15 Rakom tersebar di jawa Tengah ,sedangkan Radio komunitas bisa mengembangakan Inovasi program sebagai inisiatif rakom,sesuai kemampuanya,misalnya dengan sharing kegiatan ini dengan radio komunitas terdekatnya.

Berikut Daftar Rakom Mitra DISKUSI III

NO

NAMA RAKOM

ALAMAT SURAT LENGKAP

FREK. SIARAN

KONTAK PERSON

PENANGGUNG JAWAB

HP

EMAIL

1 Radio Komunitas Lintas Merapi Deles Rt 27/009,Sidorejo ,Kemalang Klaten Jawa Tengah ,57484

107.9

Djenarto

81578063198

lintasmerapi_fm@yahoo.co.id
2 Radio Komunitas Balegama Balerante,Balerante Kemalang Klaten 57484

107.8

Purwo widodo

85725372657

bale_gama@yahoo.com
3 Radio Komunitas Merapi Gondang ,Cluntang,Musuk Boyolali

107.8

Sukidi

85647116591

merapifm@gmail.com
4 Radio Komunitas PPK Fm Sragi Komplek KUD Sragi Jl Raya Bulakpelem 783 – Kecamatan Sragi-Kabupaten Pekalongan

107.9

Sunarto

81542555865

 ppkfmsragi@gmail.com
5 Radio Komunitas Merah Putih Jl.Bima No 39 Ds Ketitang,Bojong,Pekalongan

107.8

Didik Harahap

85695242157

didiekharahab@gmail.com
6 Radio Komunitas Merapi merbabu Community Dukuh Samiran Rt 01/001 Kecamatan Selo,Kab Boyolali

107.8

Sunardi

85658192154

mmc.selo@gmail.com
7 Radio Komunitas Suara Tani Jln.Slamet Riyadi no 35, Kranggan Kota Rt 01/001 prembun,Kebumen

107.9

Sigit Roso Prasojo

87732532878

radiosuaratani@yahoo.com
8 Radio Komunits Suara Bina Pemuda Jln.Kyai Kali no 09 kaliwiro,wonosobo

107.9

Bambang Handi

85867451417

handi_wonosobo@yahoo.com
9 Radio Komunitas New Arista Desa Rembun ,Kecamatan Siwalan, Kab.Pekalongan

107.9

 AAN KAENAN

85869248811

 radionewarista@yahoo.com
10 Radio Komunitas Semerlang Fm Jln Raya Cinangsi Rt03/001 Desa Cinangsi Kec. Gandrungmangu Cilacap

107.9

A.Fadli

085227111149 081327598344 semerlangfm@gmail.com
11 Radio Komunits Suara Kampung Pintar Jln Kaliabu-Kajoran Km 2.5 Sambak,Kajoran,Magelang

107.8

Rofik

85643213194

fiq_mgl@yahoo.com
12 Radio Komunitas K FM Dusun Tegalsari rt 002/018,Dukun Magelang 56482

107.8

Muhammad Asnawi

81904165020

kfm.radio@yahoo.com
13 Radio Komunitas Mentari FM SD N Giritirta,Pejawaran,Banjarnegara

107.9

Mister Yusuf

85227226765

mentari.fm@gmail.com dan m.yusufwijaya@yahoo.com
14 Radio Komunitas Mandiri Fm Ds Tangkil Kulon Rt 03/001 No 16 Kedungwuni Pekalongan

107.7

Buono

85865601445

buono_lahyau@yahoo.com
15 Radio Komunitas Kalijaga Fm Dusun Sabrang Kidul Rt 02/002 Karangsambung,Kalibawang,Wonosobo 5635

107.8

Pujiana

87834226612

esawoung_5758@yahoo.com