MEMBERDAYAKAN WARGA MISKIN KOG DENGAN RAKOM

22 Mei

  • *Menjawab Pertanyaan : Antara Rakom, BLM Sosial dan Esensi Pemberdayaan

Oleh : Buono

“Radio komunitas (rakom) mempunyai peran besar yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam implementasi dan monitoring PNPM Mandiri, sehingga transparansi dan akuntabilitas program dapat ditingkatkan.Mengingat peran rakom yang strategis tersebut, pelaku PNPM sendiri perlu mengoptimalkan pemanfaatan rakom sebagai media pemberdayaan masyarakat.” (www.p2kp.org)

Gambar

Esensi pemberdayaan masyarakat adalah berubahnya paradigma masyarakat tentang penanggulangan kemiskinan. Bagaimana pola berfikir mereka yang menganggap bahwa kemiskinan adalah “takdir” yang tidak dapat dirubah menjadi pola fikir bahwa kemiskinan dapat ditanggulangi dengan bersama -sama mengoptimalkan segenap sumber daya yang ada (alam, manusia). Perubahan paradigma ini tidaklah instan. Butuh waktu, tenaga, biaya dan media yang tepat bagi mereka (baca : warga miskin); Disinilah peran yang diambil oleh Radio Komunitas (baca : Mandiri FM) dalam memberikan pemahaman esensi pemberdayaan masyarakat.

Saya masih ingat ketika Fasilitator Kelurahan PNPM-MP membimbing kami untuk mengadakan FGD tentang refleksi kemiskinan, tahun 2008 yang lalu.

Pertama : Kemiskinan terjadi karena lemahnya akses warga miskin  terhadap layanan pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi.

Kedua : Kemiskinan menjadikan mereka tidak dapat mengakses   informasi dan layanan fasilitas umum.

Ketiga : Secara umum masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan kurang peduli terhadap pendidikan, kesehatan, dan permasalahan sosial lainnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut diatas BKM Tunas Karya Mandiri  hadir di tengah desa Tangkil Kulon, merupakan salah satu bentuk kebutuhan  masyarakat  terhadap  lembaga  yang  representatif  dan  mengakar  dalam  upaya penanggulangan  kemiskinan. Melalui  BKM Tunas Karya Mandiri  masyarakat  belajar  dalam perbaikan  sikap,  perilaku, cara  pandang  dengan menanamkan  nilai-nilai  kemanusiaan  dan prinsip-prinsip  kemasyarakatan,  belajar  menyusun  program  bersama dan  merealisasikannya.  Dengan  perubahan  pola  pikir  masyarakat yang  memandang  bahwa upaya  kemiskinan  harus  dilaksanakan melalui  pendekatan  Tri Daya yaitu pembangunan bidang  lingkungan, ekonomi dan sosial yang  terpadu dan sinergi dan melibatkan  semua  pihak  baik masyarakat,  swasta maupun  pemerintah  daerah  sendiri.  Prinsip transparansi  dan  keberlanjutan  dalam  pelaksanaan  program  penanggulangan  kemiskinan dikedepankan BKM Tunas Karya Mandiri.

BKM Tunas Karya Mandiri berkomitmen pada pemberdayaan warga miskin dengan memperjuangkan hak-hak dasar warga miskin seperti layanan pendidikan, kesehatan maupun jangkauan pembangunan. Untuk itu didirikan radio komunitas untuk menjadi alat untuk membantu penyampaian materi pendidikan, penyuluhan kesehatan, mengadvokasikan hak-hak dasar, juga menjadi sarana komunikasi dalam memobilisasi, serta media informasi dan hiburan bagi warga miskin di Kabupaten Pekalongan pada umumnya.

Benar yang disampaikan oleh Zahrotul Atiyah dalam tulisannya,  bahwa kegiatan sosial yang dapat didanai dari BLM PNPM tidak terlepas dari tujuan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). yaitu peningkatan kapasitas warga miskin dalam meningkatkan daya beli; bidang pendidikan dan kesehatan.

Menjawab artikel tersebut maka BKM Tunas Karya Mandiri tidak hanya menanggulangi kemiskinan dengan membangun infrastruktur dibidang pendidikan, kesehatan dan sosial (bantuan tunai) semata tetapi dengan cara mengintegrasikan pembangunan fisik dan pembangunan mental warga miskin melalui radio komunitas Mandiri FM dengan cara :

Pertama : Adanya program siaran radio yang mendukung kegiatan pendidikan bagi warga miskin. Secara umum masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan kurang peduli terhadap pendidikan. Masih adanya warga miskin yang buta huruf dan pendidikan anak-anak mereka masih rendah yang hanya lulus pendidikan dasar dan lebih memilih bekerja untuk membatu ekonomi keluarga menjadikan siaran radio komunitas memberikan jangkauan pengajaran dan pendidikan lebih luas dan lebih intensif, sehingga mempercepat pengentasan buta aksara dan memberikan pemahaman pentingnya pendidikan.

Kedua : Adanya program siaran radio yang mengkampanyekan informasi tentang layanan kesehatan bagi warga miskin.Warga miskin merupakan komunitas yang sangat rentan dengan berbagai penyakit, disebabkan karena pola hidup mereka yang kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Siaran Radio Komunitas akan membantu memberikan berbagai informasi kesehatan bagi warga miskin.

Ketiga : Adanya program siaran radio yang mendukung pemberdayaan ekonomi berupa pemberian informasi tentang harga, akses pasar, serta sarana promosi usaha mereka.Melalui siaran radio, productive poor  akan secara cepat mendapatkan informasi harga berbagai komoditas hasil produksi mereka, serta informasi pasar. Selama ini promosi usaha hanya dapat dinikmati oleh wirausaha menengah keatas dengan modal besar. Radio Komunitas juga dapat difungsikan guna membantu mereka dalam meningkatkan kapasitas dan promosi usaha mereka dalam bentuk onair maupun offair.

Diharapkan dengan program siaran yang dilakukan oleh Radio Komunitas Mandiri FM warga miskin lebih sadar akan pentingnya pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesejahteraan mereka disertai dengan perubahan paradigma mereka tentang pengentasan kemiskinan. Adapun siaran yang menunjang ketiga kegiatan tersebut diatas, maka Mandiri FM merancang beberapa acara, diantaranya :

a.   Program siaran pendidikan

  1. Program DISKUSI (Dialog Interaktif untuk Akuntabilitas dan Transparansi) PNPM,
  2. Program Sinau Bareng (siaran pendidikan)
  3. Program Konco Tani  (talkshow tentang peternakan dan pertanian),
  4. Program siaran budaya lokal Pekalongan).

b.  Program siaran  kesehatan

  1. Talkshow Sehat Herbal (pengobatan tradisional dengan herbal),
  2. Talk Show Apa Kata Dokter ( cara hidup sehat, dan Seputar Infokesehatan).

c.   Program siaran  pengembangan ekonomi

  1. Informasi harga dan pemasaran,
  2. Informasi bercocok tanam,
  3. Informasi produk wirausaha miskin produktif dengan ILM, talkshow  tentang produk,
  4. Bazar produk wirausaha miskin produktif (off air)

Dengan program siaran tersebut tentu saja pihak yang diuntungkan adalah  warga miskin Kabupaten  Pekalongan. Konsep siaran ini pernah kami matangkan bersama Suryanto (yang saat itu menjabat sebagai Korkot PNPM-MP Kab. Pekalongan) sebelum beliau pindah tugas.Kami yakin dengan program siaran tersebut dapat mencapai delapan target MDG’s yang dilontarkan oleh Akar Atya (panggilan lain untuk Zahrotul Atiyah)

Pertanyaan berikutnya dari Sdr.Akar Atya adalah bahwa tidak semua kegiatan dapat didanai oleh dana BLM, yang sangat terbatas dan besaran swadaya masyarakat; ini sudah terjawab selama radio ini berdiri hingga sekarang tidak dibiayai oleh BLM (diluar bantuan Rp.770.000,- untuk pengurusan perijinan). Bisa Anda bayangkan bila Anda menggunakan media untuk menginformasikan kegiatan Anda, berapakah uang yang harus Anda keluarkan?. Kami tidak seperti itu. Kembali ke esensi lahirnya kami adalah untuk memberikan pencerahan kepada warga miskin agar mereka lebih berdaya.

Opini Anda mengenai rakom sebagai sebuah media penyampaian informasi, segmen audiens rakom relatif terbatas. Terbatas pada warga masyarakat yang bisa mengaksesnya dan sekaligus pada batasan minat. Dari segi ini, efektivitas penggunaan Rakom sangat terbatas pada kalangan tertentu (pendengar rakom) dan sekaligus jangkauan siarannya.

Perlu kami jelaskan bahwa disinilah Anda tidak membaca tulisan saya di alinea 4-7 (lihat)

Sebagai seorang mantan market research, saya memahami bahwa warga miskin dengan kondisi pendidikan yang rendah (bahkan buta huruf), bekerja pada bidang non formal (serabutan); radio bagi mereka adalah teman bekerja dan rekreasi fikiran. Sehingga pilihan kami tentu sangat berdasar menjadikan rakom sebagai media pemberdayaan masyarakat.

Ketika Anda mempertanyakan sisi keamanan (safety, menurut Anda); Kemana Anda-Saudara Fasilitator CD- saat pelatihan pembuatan kue di TPQ Al Mujahidin desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni, dimana terjadi kebakaran alat pemanggang kue, yang hampir membunuh koordinator BKM Tunas karya Mandiri, Sekretariat, lima anak koordinator BKM, perserta pelatihan dan  mungkin warga sekitar karena kebakaran itu terjadi?. Untung saja kebakaran tidak merembet. Yang anda perlu ketahui bahwa pelatihan ini dibiayai dari BLM, ketika kecelakaan itu terjadi, pernahkah Anda mengucapkan ikut prihatin ataukah anda berusaha mengembalikan psikologi  KSM Mandiri Institute Training Centre agar pulih? Sama sekali tidak ada respon dari Anda kan?

Sebagai media komunitas yang seluruhnya didanai oleh swadaya masyarakat, kami sepenuhnya tidak menginginkan kecelakaan itu terjadi, kami telah memberikan yang kami bisa agar kami lebih berarti bagi pemberdayaan masyarakat. Tidakkah Anda melihat itu? Kami tidak menutup mata, bahwa sumber dana dari rakom bukan hanya dari BLM (ingat sampai sekarang, rakom kami belum pernah didanai oleh BLM)- lihat artikel yang sama alenia 14, sehingga kami selalu melakukan chanelling dengan lembaga yang peduli terhadap rakom seperti Combine Institute, Pirac, TIFA, JRKI, PNPM Support Facility (PSF), dan Jalin Suara maupun Pemda (BKKBN, Dinkes, dll).

Pertanyaanya adalah, Sebagai Fasilitator, dalam kondisi force majour, dimana rakom Mandiri FM harus diselamatkan, pernahkah Anda memberikan solusi kepada kami itu?

Terakhir mengenai statemen Anda yang secara tidak langsung dikenakan pada saya, yaitu : Manusia yang paling berdaya bukanlah manusia yang paling pintar, melainkan manusia yang pada dirinya melekat sifat-sifat baik. Akan semakin berdaya, jika selain mempunyai sifat baik juga memiliki kapasitas yang tinggi. Silakan lihat kuadran tingkat keberdayaan versi P2KP.

Perlu saya tanggapi bahwa saya adalah relawan yang dipilih oleh warga Desa Tangkil Kulon dua periode berturut-turut untuk mewakili mereka sebagai Koordinator BKM Tunas Karya Mandiri dengan suara terbanyak dibandingkan rekan-rekan lainnya. Bukan berarti saya lebih baik dari mereka. Pilihan mereka kepada saya karena didasari oleh mencari manusia baik (pelajari lagi panduan pemilu BKM lebih lanjut). Saya adalah orang yang kehilangan penghasilan untuk menghidupi lima anak dan satu istri karena hadirnya PNPM-MP di desa saya (lihat) bahkan saya rela kehilangan nyawa seluruh keluarga saya saat kejadian kebakaran di Mandiri Institute Training Centre saat itu. Bukan berarti saya menganggap bahwa diri saya yang terbaik di desa Tangkil Kulon- Anda perlu membuka dokumen PP (Perencanaan Partisipatif) dan RTW (Tembug Tahunan Warga) BKM Tunas karya Mandiri dengan hasil yang sangat memuaskan. Bila perlu coba anda bertanya kepada siapapun di Desa Tangkil Kulon, anak-anak hingga lansia tentang buono, saya jamin 90% warga pasti tahu. Mohon maaf sebelumnya bila terdengar saya begitu sombong dan angkut dengan hal itu. Tapi ini sekedar untuk memberikan gambaran tentang siapa saya sebenarnya.

Semoga ini semua dapat memberikan pemahaman Anda tentang BKM Tunas Karya Mandiri, rakom Mandiri FM dan seluruh relawan PNPM-MP Desa Tangkil Kulon.

8 Mei

  • Surat Terbuka untuk Pembuat Kebijakan PNPM-MP

3Media komunitas yang menyuarakan informasi pemberdayaan masyarakat utamanya kegiatan PNPM-Mandiri Perkotaan di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, Radio Komunitas Mandiri FM Desember 2013 genap berusia 4 tahun, Usia yang relatif muda memang, namun kontribusi rakom yang satu ini terhadap PNPM-MP tidak bisa diragukan lagi. Warga Kota Santri menganggap bahwa radio ini adalah “RADIO PNPM” karena acara-acara yang digelar, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Sosialisasi Program PNPM-MP selalu digelar setiap hari di radio ini.

Seperti yang dimuat dalam kolom Tilik Kampung, Suara Merdeka Akhir Desember 2012, Radio Mandiri FM didirikan oleh relawan dan anggota BKM Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan. Mereka mengumpulkan dana, perangkat siaran dan tenaga untuk mewujudkan media sosialisasi tersebut. Sebelum tulisan itu dimuat dalam Koran Jawa Tengah tersebut, tidak ada sepeserpun dana dari pemangku kebijakan PNPM-MP baik tingkat Korkot Kab. Pekalongan, KMW, maupun KMP. Baru setelah tulisan itu dimuat, Korkot Kab. Pekalongan yang saat itu menjabat, Suryanto, memberikan bantuan dana sebesar Rp. 770.000,- guna persiapan perijinan. (http://suarakomunitas.net/baca/30302/mandiri-fm-siapkan-dokumen-perijinan/).

Ide pendirian radio komunita Mandiri FM, sejak awal hadirnya program PNPM-MP di desa Tangkilkulon. Saat pelatihan BKM di SD Negeri Tangkilkulon, Buono, salah satu relawan desa pada tahun 2008, pernah menanyakan kepada Sutiknyo, S.Tp. yang saat itu menjabat sebagai Korkot PNPM-MP Kab. Pekalongan, “Apakah BLM PNPM-MP dapat digunakan untuk mendirikan media sosialisasi yang ramah lingkungan(mudah diterima informasinya oleh masyarakat), yakni radio komunitas?” pada saat itu, Sutiknyo tidak menjawab dengan pasti apakah boleh atau tidak. Hingga akhirnya karena dianggap efektif digunakan sebagai media sosialisasi warga, pendirian rakom Mandiri FM diusulkan oleh sebagian warga untuk dimasukkan dalam PJM Pronangkis desa Tangkilkulon dengan alasan utama :

1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan sebagai sebuah gerakan merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan, tidak serta merta berhasil manakala tidak diimbangi dengan transfer informasi dan metode pembelajaran masyarakat yang tepat. Mandiri FM sebagai radio komunitas pemberdayaan masyarakat merupakan media yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi (transfer informasi) dan media pembelajaran yang tepat untuk merubah paradigma masyarakat mengenai kemiskinan sehingga diharapkan dengan segera mungkin masyarakat lepas dari belenggu kemiskinan (mandiri).

2. Peluang ini sangat terbuka mengingat masyarakat masih membutuhkan radio sebagai teman ketika bekerja, ataupun sekedar mendengarkan musik yang disukainya. Dengan menggunakan radio komunitas sebagai media pembelajaran maka proses pemandirian masyarakat akan lebih cepat tercapai.

3. Kegiatan PNPM-MP yang mengharuskan setiap kegiatannya akuntable dan transparan, akan sangat terbantu dengan kehadiran radio komunitas mengingat dalam sebuah siaran radio terjadi komunikasi dua arah antara antara penerima informasi dan pemberi informasi sehingga terjadi check and balance mengenai informasi yang disiarkannya. Disamping itu, radio masih dianggap sebagai media yang efektif dibandingkan dengan media tertulis (media cetak) mengingat masyarakat kita yang masih enggan untuk membaca (melek baca); bahkan masih banyak masyarakat kita yang masih buta huruf. Sebagai media komunitas pemberdayaan, kehadiran radio komunitas PNPM dapat berfungsi sebagai papan informasi yang memberitakan keberhasilan program tersebut.
(https://bkmtunaskaryamandiri.wordpress.com/tag/jakarta/)

Fakta dilapangan membuktikan, bahwa ke-kurang berpihakan pemegang kebijakan PNPM-MP terhadap pemberdayaan masyarakat yang lebih membumi (memang ini bisa diperdebatkan, dan kami siap untuk berdebat soal ini) tidak berpengaruh terhadap pendirian Radio Komunitas Mandiri FM yang lebih dikenal sebagai radio PNPM oleh warga Pekalongan. Sejak 12 Desember 2010 media sosialisasi udara ini berdiri dengan dana patungan dari relawan dan anggota BKM Tunas Karya mandiri hingga saat ini.

Kendala terbesar yang kami hadapi adalah ketika radio ini, perangkatnya tersambar petir saat audit BKM di Studio Mandiri FM pada Maret 2013 kemarin. Laptop auditor, pemancar, cpu, monitor dan perangkat siaran lain ikut mati, sementara kas rakom kosong; maka dalam rapat usulan kegiatan PNPM-MP di desa Tangkilkulon yang diadakan di balai desa dengan dihadiri warga, BKM, UP, relawan, tokoh masyarakat dan faskel tim 09 PNPM-MP Kab. Pekalongan wacana memperbaiki sekaligus standarisasi perangkat siaran diusulkan agar dibiayai oleh BLM PNPM-MP. Berbeda dengan warga desa Tangkilkulon yang menganggap bahwa keberadaan rakom Mandiri FM penting sekali guna sosialisasi dan sarana pemberdayaan masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas, Faskel CD saat itu menganggap bahwa program tersebut jauh tidak penting. (lihat http://www.facebook.com/groups/152030041628870/).

Berkenaan tulisan saya di media sosial online tersebut, Askot CD PNPM-MP Kab. Pekalongan, Purtomo, datang ke studio Mandiri FM untuk menjelaskan bahwa program sosial PNPM-MP saat ini lebih dititik beratkan pada pelatihan warga (liveskill education) dengan mengirim peserta ke lembaga pelatihan. Pertanyaannya adalah ukuran penting tidaknya sebuah prioritas kegiatan pemberdayaan dalam PNPM-MP itu ditentukan oleh obyek pemberdayaan (baca : warga penerima manfaat program) atau pemegang kebijakan (baca konsultan)?. Jelas pemegang kebijakan PNPM-MP belum membaca Keangka Acual Media Warga point 6 halaman 3 dan point 7 halaman 11 tentang Radio Komunitas. (www.p2kp.org/warta/mw/Kerangka_Acuan_Media_Warga.pdf‎). Memang kami akui bahwa setelah kegiatan DISKUSI III PNPM dalam acara Warung Obrol Santri, yang menghadirkan Faskab PNPM-MPd dan Askot PNPM-MP dan disiarkan oleh seluruh Jaringan Radio Komunitas SANTRI, ada pembicaraan bagaimana pemecahan masalah eksistensi radio Mandiri FM, tetapi tetap saja tidak memecahkan masalah.

Kami tidak akan lelah untuk mengudarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pekalongan khususnya kegiatan PNPM-MP, baik kegiatan yang sudah biasa berjalan yakni DISKUSI (Dialog untuk Akuntabilitas dan Transparansi) bersama Korkab. PNPM-MP, ILM PNPM-MP, upload kegiatan PNPM Kab. Pekalongan di http://suarakomunitas.net/, maupun pembuatan buletin yang kami terbitkan tiap bulan.

Suber dana radio komunitas adalah (1) sumbangan; (2) hibah; (3) sponsor; dan (4) usaha lain yang tidak mengikat. (http://suarakomunitas.wordpress.com/2008/05/24/pembiayaan-radio-komunitas/), ini yang akan kami maksimalkan sehingga kami mengundang kepedulian seluruh pihak yang peduli terhadap pemberdayaan warga miskin untuk ikut berkontribusi terhadap kelangsungan hidup kami.

Semoga apa yang kami tuliskan bisa menggugah pemegang kebijakan PNPM-MP untuk bisa memahami apa artinya take and give, ketika kami sudah meluangkan waktu, tenaga pikiran, dan segalanya agar gaung PNPM-MP bisa lebih bersahabat dengan warga Kota Santri, lebih mengenal PNPM melalui siarannya, seberapa banyak lagi kami harus memberi manakala kami telah tiada?.

RATUSAN KARTINI DESA TANGKIL KULON MERIAHKAN JALAN SEHAT

21 Apr

Pekalongan, 
Empat ratus lebih peserta jalan sehat yang digelar oleh TP PKK Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan hari ini, Ahad, 21 April 2013 memenuhi halaman balai desa tersebut guna mengikuti jalan sehat yang digelar dalam rangka memperingati hari Kartini.
Acara start dan finish di depan balai desa dengan rute jalan utama desa Tangkil Kulon, Tangkil Tengah, Coprayan, Ngalian dan kembali lagi ke balai desa Tangkil Kulon dengan menempuh jarak 10 KM.

Acara dimulai dengan makan pagi bersama Camat Kedungwuni, perangkat desa, dan TP PKK Desa Tangkil Kulon. Selesai acara makan bersama dilanjutkan dengan jalan sehat yang dibuka oleh Ibu Camat. Setelah peserta tiba di garis finish, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang diundi oleh panitia dengan hadiah utama 3 unit TV warna, dan hadiah hiburan berupa baju batik, celana jeans, panci, gelas dan wajan.

Jalan sehat ini segaja digelar oleh TP PKK Desa Tangkil Kulon sebagai wujud penghargaan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat utamanya warga miskin yang kadang melupakan pentingnya olahraga untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Yang unik dari TP PKK Desa Tangkil Kulon adalah bahwa mereka juga aktif dalam kegiatan PNPM-MP di desa tersebut. Sebagian mereka menjadi anggota BKM Tunas Karya mandiri, UPK Artha Mandiri, Unit Pengelola Lingkungan Karya Mandiri, TBM Baca Sendiri, Unit Pengelola Sosial Berkah Mandiri, dan Penyiar Radio Komunitas Mandiri FM.Selama ini kegiatan desa baik kelembagaan maupun program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selalu bersinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, BKM, RT/RW, dan masyarakat.

Swadaya Masyarakat KSM Karya Mandiri 07 Lebih dari 50%

21 Apr

Pekalongan,  Program rehab rumah yang digelar KSM Karya Mandiri 07 LKM  Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan memasuki tahap kedua.  Tahap pertama digelar bulan Mei 2012 dengan pembangunan enam rumah yaitu Wasduri, Sohadi, Mustofa, Ajad, Rudianto, dan Kartono; dengan dibiayai dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) sebesar Rp. 47.000.000,- dan dana dari swadaya masyarakat sebesar Rp. 30.000.000,-

foto rehab rumah

Untuk tahap berikutnya dilaksanakan bulan Desember 2012 dengan lima penerima manfaat yaitu : Tarjo Baso, Suto Joyo, Ratiban, Raihan, dan Kamil; dengan alokasi dana BLM sebesar Rp.24.500.000,-, dana APBD sebesar Rp. 22.500.000,- dan swadaya masyarakat sebesar 45.000.000,-. Kesebelas penerma program rehab rumah ini merupakan KK miskin yang masuk dalam data Ps2 (Pemetaan Swadawa Warga Miskin) Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan dan telah selesai 100% pembangunannya. KSM/Panitia memberikan bantuan berupa material dan penerima manfaat bersama warga sekitar bergotong royong dengan kerja bakti merhabilitasi bangunan yang sudah tidak layak tinggal tersebut. Animo warga sekitar
dalam berpartisipasi membantu warmis sangat tinggi sehingga bangunan tersebut dapat selesai tepat waktu.

Salah satu penerima program rehab rumah tidak layak huni; Pak Ajad (70), seperti ditemui pewarta warga suarakomunitas.net mengatakan awalnya dia belum yakin sepenuhnya ketika ada dua orang tamu dari BKM Tunas Karya Mandiri yang menawarkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, lelaki yang bekerja sebagai buruh tani lepas ini akhirnya yakin bahwa bantuan rehab yang ditawarkan oleh Koordinator BKM Tangkil Kulon dan Faskel Tehnik itu benar-benar diperuntukkan untuk warga miskin setelah diberikan penjelasan. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini merupakan prorgram prioritas BKM Tunas Karya Mandiri berdasarkan PJM Pronangkis (Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan) tahun 2012.

Program infrastruktur ini merupakan program pancingan bagi warga miskin, karena tidak seluruh kebutuhan dana rehab rumah diberikan, mereka harus mengeluarkan swadaya, baik berupa tenaga kerja, konsumsi bahkan dana tunai yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima program. Diharapkan dengan dana swadaya tersebut warga miskin penerima manfaat lebih mempunyai rasa memiliki dan tercipta kepedulian sesama warga masyarakat untuk saling membantu.

Program ini akan terus digelar sampai seluruh RTLH di Desa Tangkil Kulon masih ada. Masyarakat yang membutuhkan bantuan rehab rumah dapat menghubungi Ketua RT masing-masing wilayah untuk diteruskan kepada BKM Tunas Karya Mandiri, ungkap Buono, Koordinator BKM Tunas Karya Mandiri.

Swadaya Masyarakat KSM Karya Mandiri 07 Lebih dari 50%

21 Apr

Pekalongan,  Program rehab rumah yang digelar KSM Karya Mandiri 07 LKM  Tunas Karya Mandiri Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan memasuki tahap kedua.  Tahap pertama digelar bulan Mei 2012 dengan pembangunan enam rumah yaitu Wasduri, Sohadi, Mustofa, Ajad, Rudianto, dan Kartono; dengan dibiayai dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) sebesar Rp. 47.000.000,- dan dana dari swadaya masyarakat sebesar Rp. 30.000.000,-

foto rehab rumah

Untuk tahap berikutnya dilaksanakan bulan Desember 2012 dengan lima penerima manfaat yaitu : Tarjo Baso, Suto Joyo, Ratiban, Raihan, dan Kamil; dengan alokasi dana BLM sebesar Rp.24.500.000,-, dana APBD sebesar Rp. 22.500.000,- dan swadaya masyarakat sebesar 45.000.000,-. Kesebelas penerma program rehab rumah ini merupakan KK miskin yang masuk dalam data Ps2 (Pemetaan Swadawa Warga Miskin) Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan dan telah selesai 100% pembangunannya. KSM/Panitia memberikan bantuan berupa material dan penerima manfaat bersama warga sekitar bergotong royong dengan kerja bakti merhabilitasi bangunan yang sudah tidak layak tinggal tersebut. Animo warga sekitar
dalam berpartisipasi membantu warmis sangat tinggi sehingga bangunan tersebut dapat selesai tepat waktu.

Salah satu penerima program rehab rumah tidak layak huni; Pak Ajad (70), seperti ditemui pewarta warga suarakomunitas.net mengatakan awalnya dia belum yakin sepenuhnya ketika ada dua orang tamu dari BKM Tunas Karya Mandiri yang menawarkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, lelaki yang bekerja sebagai buruh tani lepas ini akhirnya yakin bahwa bantuan rehab yang ditawarkan oleh Koordinator BKM Tangkil Kulon dan Faskel Tehnik itu benar-benar diperuntukkan untuk warga miskin setelah diberikan penjelasan. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini merupakan prorgram prioritas BKM Tunas Karya Mandiri berdasarkan PJM Pronangkis (Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan) tahun 2012.

Program infrastruktur ini merupakan program pancingan bagi warga miskin, karena tidak seluruh kebutuhan dana rehab rumah diberikan, mereka harus mengeluarkan swadaya, baik berupa tenaga kerja, konsumsi bahkan dana tunai yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima program. Diharapkan dengan dana swadaya tersebut warga miskin penerima manfaat lebih mempunyai rasa memiliki dan tercipta kepedulian sesama warga masyarakat untuk saling membantu.

Program ini akan terus digelar sampai seluruh RTLH di Desa Tangkil Kulon masih ada. Masyarakat yang membutuhkan bantuan rehab rumah dapat menghubungi Ketua RT masing-masing wilayah untuk diteruskan kepada BKM Tunas Karya Mandiri, ungkap Buono, Koordinator BKM Tunas Karya Mandiri.